Banyak orang memandang anak SMK hanya dari satu sisi. “Masuk SMK biar cepat kerja.” “Yang penting punya skill dan bisa cari uang.” “Anak SMK ngapain lanjut kuliah, sekolah aja cuma bawa buku satu diselipin di saku celana” “ Anak SMK itu harus kuat.” “ Anak SMK harus siap menghadapi kerasnya dunia.” Seolah pendidikan di SMK hanya tentang dunia industri, praktik kerja, dan kesiapan menghadapi mesin-mesin kehidupan. Padahal di balik seragam abu-abu itu, ada anak-anak yang diam-diam sedang bertahan menjadi manusia dewasa sebelum waktuny a. Ada murid yang tertidur di kelas bukan karena malas, tetapi karena sudah harus berjualan di pasar tengah malam sampai dini hari demi membantu ekonomi keluarga. Ada yang sering tidak fokus bukan karena tidak peduli pelajaran, tetapi pikirannya tertinggal di rumah yang penuh pertengkaran . Ada yang matanya sembab dengan penampilan kacau buka karena malas tapi semalaman menjaga ibunya yang sakit. Ada yang te...
ASUS BLOGGER GATHERING MEDAN 2025:KETIKA TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN BERTEMU Sebagai seorang guru, saya selalu antusias dengan teknologi yang bisa membuat proses belajar mengajar efektif, menyenangkan, dan bermakna. Dunia pendidikan terus berkembang dan kebutuhan akan perangkat yang cepat, adaptif, serta mampu mendukung aktivitas belajar menjadi semakin penting. Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menghadiri acara ASUS Blogger Gathering Medan 2025 di Adi Mulia Hotel. Begitu memasuki ballroom acara, saya disambut oleh panitia dan langsung regstrasi lalu diarahkan agar memasuki ruangan Paris Room untuk mengikuti sosialisasi berupa penjelasan produk Asus termutakhir. Acara begitu hangat dipandu oleh kak Caroline, lalu dilanjut pemaparan dari Mas Firman dan Kak Nadia. Para peserta yang terdiri dari Komunitas Blogger Medan dan Konten Kreator terlihat begitu antusias dan aktif berdiskusi. Sesi sharing bersama para blogger juga berlangsung seru. Banyak insight tentang ...